Sate Kalong Cirebon yang Terkenal Maknyus!

UPDATEWISATA.COM – Bagi anda yang bukan penduduk asli Cirebon dan kebetulan sedang keluar pada malam hari, jangan kaget atau bingung ketika menjumpai tulisan ini, SATE KALONG (KERBAU)  di pinggir-pinggir jalan kaki lima. Mungkin anda bertanya-tanya, apa maksudnya “Kok sate kalong disamakan dengan kerbau?” atau mungkin anda berpikir, “sate kalong itu dari kelelawar atau kerbau?”

Nah, untuk memenuhi rasa penasaran, akan sedikit kami kasih bocoran, sate kalong Cirebon ini bukan berasal dari kalong atau kelelawar, melainkan berasal dari daging kerbau. Lha kok, kenapa namanya Kalong? Hmm.. kalong itukan binatang yang keluarnya pada malam hari, nah, demikian sate kalong, adalah kuliner yang penjualnya hanya jualan pada malam hari. Mana ada pangsa pasarnya? Jelas ada, sebab para pemburu kuliner tak terbatas pada siang hari saja, kalau misalnya nih, kita ada kerjaan perut tiba-tiba keroncongan, tidak mungkin hal ini dibiarkan, makanya itu Sate Kalong Cirebon untuk memenuhi perut para pekerja malam yang tidak kenal kompromi. Sekarang Cirebon pun tak kalah ramai dengan Bandung atau Purwakarta di malam hari

Sejarah Sate Kalong

By the way, kenapa dagingnya daging kerbau ya? Nah, begini ceritanya, sejarah Cirebon tak bisa lepas dari Kudus, Jawa Tengah. Sama-sama memiliki penganut Hindu yang militan, ketika Islam datang tidak serta merta ajaran Hindu dapat terhapus, mereka berakulturasi budayanya, termasuk pula makanannya. Karena didalam agama Hindu, sapi menjadi binatang yang disucikan, sebagai gantinya mereka menggunakan kerbau yang tak kalah enak dengan sapi. Karena itu jika di Kudus sulit kita temukan penjual sate sapi, ini tak lain untuk menghormati pemeluk Hindu.

Di Cirebon sendiri. Dahulu sate kalong dijajakan berkeliling, namun sekarang berada di sekitar Jalan Kesambi Dalam, Cirebon. Ada yang menjadi ciri khas sate kalong sewaktu masih dijajakan berkeliling, penjualnya membunyikan genta atau klonengan yang biasanya dikalungkan di leher kerbau atau sapi. Meskipun sampai sekarang sudah tidak keliling, klonengan atau genta itu masih dipertahankan untuk mempertahankan budayanya

Beda Sate Kalong dengan Sate-Sate yang Lain

Sate kalong sebenarnya mirip dengan sate-sate yang lain, ada saus dari sambal kacang, hanya saja sedikit lebih manis karena dagingnya didendeng hingga bumbu-bumbunya meresap ke dalamnya dan sama sekali tidak terasa mentah atau amis. Biasanya sate ini dimakan dengan lontong atau ketupat, ditambah dengan irisan mentimun atau bawang merah untuk menambah sensai rasa pedas.

Untuk harga sendiri sangat terjangkau, hanya sekitar sembilan ribu rupiah per sepuluh tusuk. Dalam satu tusuk sate kalong biasanya terdiri dari kulit (kikil) hingga jerohan dan lemak.

Nah, demikian uraian tentang sate kalong, anda tertarik mencobanya, silahkan dicoba di Jalan Kesambi Dalam, Cirebon.